Langsung ke konten utama

Cuckoo: Bukan Horor Biasa, tapi Teror yang Bikin Nggak Nyaman

Cuckoo: Bukan Horor Biasa, tapi Teror yang Bikin Nggak Nyaman

Sinopsis Cuckoo

Cuckoo adalah film horor psikologis yang dirilis pada tahun 2024, disutradarai oleh Tilman Singer. Film ini mengisahkan tentang Gretchen, seorang remaja berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan ibunya. Ia pindah bersama ayahnya ke sebuah resor di Pegunungan Alpen, Jerman. 

Di sana, ia harus tinggal bersama keluarga barunya, termasuk ibu dan adik tirinya. Setibanya di resor, mereka disambut oleh Tuan Konig, bos ayahnya, yang menunjukkan ketertarikan aneh terhadap saudara tiri Gretchen yang bisu. 

Seiring waktu, Gretchen mulai mengalami kejadian-kejadian misterius, termasuk suara-suara aneh dan penglihatan mengerikan, yang membawanya pada penemuan rahasia kelam terkait keluarganya sendiri. 

Film ini menampilkan Hunter Schafer sebagai Gretchen, Dan Stevens sebagai Tuan Konig, Jessica Henwick sebagai Beth, dan Marton Csokas sebagai Luis. "Cuckoo" pertama kali diputar di Festival Film Berlin ke-74 pada Februari 2024 dan mendapatkan ulasan positif dari berbagai kritikus.

Review Pribadi

Cuckoo adalah film horor monster yang agak beda dari yang lain. Monsternya di sini enggak serem-serem amat, karena wujudnya masih “manusia”. Cuma asal-usulnya memang justru dibiarkan jadi misteri. Penonton bebas menafsirkan sendiri, dan itu yang bikin film ini menarik. 

Bukannya full jumpscare atau penampakan serem, film ini lebih main di atmosfer yang “ganjil” dan bikin nggak nyaman. Dari awal Gretchen dan keluarganya sampai di resor, suasananya udah terasa ada yang nggak beres.

Buat yang suka horor dengan suasana mengintimidasi, Cuckoo bisa jadi pilihan menarik. Ini bukan film yang sibuk ngejar jumpscare, tapi lebih ke bikin perasaan nggak nyaman dari awal sampai akhir. 

Hunter Schafer juga tampil cukup natural di sini, apalagi ini peran pertamanya sebagai karakter perempuan, bukan transgender lagi. Jadi kalau cari horor yang nggak pasaran dan lebih banyak main di suasana, film ini layak buat dilirik.

Rating ⭐⭐⭐1/2

Review MakCar

Baca juga: Nosferatu: Karya Horor yang Penuh Keindahan Visual

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Conclave: Intrik Politik di Balik Voting Pemilihan Paus Baru

Sinopsis Conclave Conclave (2024) adalah sebuah film drama-thriller yang disutradarai oleh Edward Berger, diadaptasi dari novel karya Robert Harris.  Ceritanya berfokus pada pusingnya Kardinal Thomas Lawrence, yang ditugaskan untuk memimpin konklaf kepausan setelah kematian mendadak paus sebelumnya. Para kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik.  Di tengah proses konklaf yang tertutup rapat, ada beberapa kandidat kuat dan juga beberapa “kuda hitam”. Seiring proses voting dilakukan, muncul beragam fakta menarik dari masing-masing kandidat, mulai dari masa lalu suram sampai intrik-intrik untuk menjegal rival. Kesemuanya berpotensi mengguncang fondasi Gereja. Hingga kemudian, karena begitu overwhelming dengan segala hal yang susul menyusul muncul, akhirnya ada satu kandidat kuat yang terpilih. Namun, ternyata masalah tetap ada. Karena, pada dasarnya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Dibintangi oleh Ralph Fiennes sebagai ...

Dune: Part Two – Epik Sci-Fi yang Masih Tetap Grande dan Memukau

Sinopsis Film "Dune: Part Two" melanjutkan kisah epik Paul Atreides (diperankan oleh Timothée Chalamet) yang berusaha membalas dendam atas kehancuran keluarganya oleh House Harkonnen.  Bersama ibunya, Lady Jessica (Rebecca Ferguson), Paul berhasil melarikan diri dan bergabung dengan suku Fremen di planet gurun Arrakis. Di sana, ia menjalin hubungan dengan Chani (Zendaya) dan mulai memahami budaya serta tradisi Fremen.  Paul menghadapi dilema antara memimpin pemberontakan melawan Kaisar Padishah Shaddam IV dan House Harkonnen, atau memenuhi takdirnya sebagai Kwisatz Haderach, figur mesianik yang dinantikan. Perjalanan ini tidak hanya tentang balas dendam, tetapi juga pencarian jati diri dan pemahaman akan takdirnya yang berkaitan dengan nasib alam semesta. Review Pribadi Sejak awal film dimulai, nuansa grande masih konsisten terasa. Memasuki adegan pertarungan di gurun, rasa kagum sudah nggak bisa dibendung. Setiap detik, mulut menggumamkan ‘Wah…” sembari menikmati gambar yang...