Langsung ke konten utama

Arcadian: Teror di Malam Hari dan Perjuangan Seorang Ayah

Arcadian: Teror di Malam Hari dan Perjuangan Seorang Ayah

Sinopsis Arcadian

Arcadian adalah film horor aksi pasca-apokaliptik tahun 2024 yang disutradarai oleh Benjamin Brewer dan ditulis oleh Michael Nilon. 

Film ini menampilkan Nicolas Cage sebagai Paul, seorang ayah yang berusaha bertahan hidup bersama dua putranya, Joseph (Jaeden Martell) dan Thomas (Maxwell Jenkins), di dunia yang hancur akibat pandemi yang memusnahkan sebagian besar populasi dan peradaban. 

Mereka tinggal di sebuah rumah pertanian tua, berjuang melawan makhluk fotofobik yang muncul setiap malam.

Konflik memuncak ketika Thomas terluka dan Paul mengalami cedera serius saat mencoba menyelamatkannya. Mereka mencari bantuan ke tetangga, keluarga Rose, tetapi ditolak. 

Setelah serangan makhluk yang menghancurkan keluarga Rose, Paul mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan anak-anaknya dan Charlotte Rose (Sadie Soverall). Akhirnya, Joseph, Thomas, dan Charlotte bersatu untuk mencari penyintas lain di daerah tersebut.

Film ini merupakan produksi bersama antara Amerika Serikat, Irlandia, dan Kanada. Arcadian tayang perdana di South by Southwest pada 11 Maret 2024 dan dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 12 April 2024 oleh RLJE Films. Film ini mendapat ulasan yang umumnya positif dari para kritikus.

Review Pribadi

Judul Arcadian bisa jadi merujuk pada konsep Arcadia, istilah yang sering digunakan dalam sastra dan mitologi untuk menggambarkan tempat yang alami, damai, dan jauh dari peradaban modern. 

Arcadia sendiri adalah wilayah di Yunani kuno yang sering diromantisasi sebagai simbol kesederhanaan dan kehidupan pastoral yang harmonis.

Dalam konteks film Arcadian, sepertinya judul ini bisa dinilai memiliki makna ironi atau kontras. Para tokoh utama berusaha menjalani kehidupan sederhana dan bertahan di lingkungan terpencil (yang sangat indah, sebenarnya) setelah kehancuran peradaban. Namun, dunia yang mereka tinggali justru dipenuhi ancaman mengerikan. 

So, film ini hendak menunjukkan bahwa harapan akan kehidupan damai (Arcadia) telah berubah menjadi perjuangan bertahan hidup melawan bahaya yang datang setiap malam.

Dengan kata lain, judul Arcadian sepertinya dipilih untuk menggambarkan harapan dan ketenangan yang kontras dengan realitas kelam yang dialami para karakter dalam film.

Menarik ya?

Kalau melihat rekam jejak akting Nicolas Cage di film-film seperti Longlegs, Pig, dan Mandy, perannya di Arcadian terasa lebih kalem. Bukan berarti buruk, tapi juga tidak sampai mencuri perhatian seperti di film-film sebelumnya. Tetap terlihat usaha maksimalnya, hanya saja tidak ada momen yang benar-benar wah.

Di sisi lain, desain monsternya patut diacungi jempol. Makhluk-makhluk yang berkeliaran di malam hari ini punya tampilan yang cukup menyeramkan dan menambah ketegangan di sepanjang film. 

Meski konsepnya bukan sesuatu yang benar-benar baru di genre horor pasca-apokaliptik, eksekusinya tetap menarik dan mendukung atmosfer film dengan baik.

Rating ⭐⭐⭐

Review by MakCar


Follow juga Instagram Seenema.id untuk review-review film keren lainnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Conclave: Intrik Politik di Balik Voting Pemilihan Paus Baru

Sinopsis Conclave Conclave (2024) adalah sebuah film drama-thriller yang disutradarai oleh Edward Berger, diadaptasi dari novel karya Robert Harris.  Ceritanya berfokus pada pusingnya Kardinal Thomas Lawrence, yang ditugaskan untuk memimpin konklaf kepausan setelah kematian mendadak paus sebelumnya. Para kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik.  Di tengah proses konklaf yang tertutup rapat, ada beberapa kandidat kuat dan juga beberapa “kuda hitam”. Seiring proses voting dilakukan, muncul beragam fakta menarik dari masing-masing kandidat, mulai dari masa lalu suram sampai intrik-intrik untuk menjegal rival. Kesemuanya berpotensi mengguncang fondasi Gereja. Hingga kemudian, karena begitu overwhelming dengan segala hal yang susul menyusul muncul, akhirnya ada satu kandidat kuat yang terpilih. Namun, ternyata masalah tetap ada. Karena, pada dasarnya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Dibintangi oleh Ralph Fiennes sebagai ...

Cuckoo: Bukan Horor Biasa, tapi Teror yang Bikin Nggak Nyaman

Sinopsis Cuckoo Cuckoo adalah film horor psikologis yang dirilis pada tahun 2024, disutradarai oleh Tilman Singer. Film ini mengisahkan tentang Gretchen, seorang remaja berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan ibunya. Ia pindah bersama ayahnya ke sebuah resor di Pegunungan Alpen, Jerman.  Di sana, ia harus tinggal bersama keluarga barunya, termasuk ibu dan adik tirinya. Setibanya di resor, mereka disambut oleh Tuan Konig, bos ayahnya, yang menunjukkan ketertarikan aneh terhadap saudara tiri Gretchen yang bisu.  Seiring waktu, Gretchen mulai mengalami kejadian-kejadian misterius, termasuk suara-suara aneh dan penglihatan mengerikan, yang membawanya pada penemuan rahasia kelam terkait keluarganya sendiri.  Film ini menampilkan Hunter Schafer sebagai Gretchen, Dan Stevens sebagai Tuan Konig, Jessica Henwick sebagai Beth, dan Marton Csokas sebagai Luis. "Cuckoo" pertama kali diputar di Festival Film Berlin ke-74 pada Februari 2024 dan mendapatkan ulasan positif dari berbaga...

Dune: Part Two – Epik Sci-Fi yang Masih Tetap Grande dan Memukau

Sinopsis Film "Dune: Part Two" melanjutkan kisah epik Paul Atreides (diperankan oleh Timothée Chalamet) yang berusaha membalas dendam atas kehancuran keluarganya oleh House Harkonnen.  Bersama ibunya, Lady Jessica (Rebecca Ferguson), Paul berhasil melarikan diri dan bergabung dengan suku Fremen di planet gurun Arrakis. Di sana, ia menjalin hubungan dengan Chani (Zendaya) dan mulai memahami budaya serta tradisi Fremen.  Paul menghadapi dilema antara memimpin pemberontakan melawan Kaisar Padishah Shaddam IV dan House Harkonnen, atau memenuhi takdirnya sebagai Kwisatz Haderach, figur mesianik yang dinantikan. Perjalanan ini tidak hanya tentang balas dendam, tetapi juga pencarian jati diri dan pemahaman akan takdirnya yang berkaitan dengan nasib alam semesta. Review Pribadi Sejak awal film dimulai, nuansa grande masih konsisten terasa. Memasuki adegan pertarungan di gurun, rasa kagum sudah nggak bisa dibendung. Setiap detik, mulut menggumamkan ‘Wah…” sembari menikmati gambar yang...