Sinopsis
Film "Dune: Part Two" melanjutkan kisah epik Paul Atreides (diperankan oleh Timothée Chalamet) yang berusaha membalas dendam atas kehancuran keluarganya oleh House Harkonnen.
Bersama ibunya, Lady Jessica (Rebecca Ferguson), Paul berhasil melarikan diri dan bergabung dengan suku Fremen di planet gurun Arrakis. Di sana, ia menjalin hubungan dengan Chani (Zendaya) dan mulai memahami budaya serta tradisi Fremen.
Paul menghadapi dilema antara memimpin pemberontakan melawan Kaisar Padishah Shaddam IV dan House Harkonnen, atau memenuhi takdirnya sebagai Kwisatz Haderach, figur mesianik yang dinantikan. Perjalanan ini tidak hanya tentang balas dendam, tetapi juga pencarian jati diri dan pemahaman akan takdirnya yang berkaitan dengan nasib alam semesta.
Review Pribadi
Sejak awal film dimulai, nuansa grande masih konsisten terasa. Memasuki adegan pertarungan di gurun, rasa kagum sudah nggak bisa dibendung. Setiap detik, mulut menggumamkan ‘Wah…” sembari menikmati gambar yang bikin mata berbinar.
Dune: Part Two melanjutkan petualangan Paul dan Lady Jessica di gurun di tengah-tengah Fremen. Selain berusaha menyelamatkan diri, mereka juga berusaha melawan Harkonen dan kekaisaran yang jadi dalang penyerbuan Harkonen ke Atreides.
Di film kedua ini, konflik semakin kompleks, karakter bertambah banyak, informasi baru terus berdatangan. Hebatnya, semua itu bisa diramu dengan sangat adil. Durasi 2 jam 46 menit tanpa satu detik pun tersia-sia.
Karakter Lady Jessica, Paul, dan Chani diperkuat. Karakter Princess Irulan diperkenalkan. Karakter Feyd-Rautha jadi lawan tangguh yang nggak sekadar numpang lewat. Masih gemetar rasanya setiap ingat seringaian Austin Butler yang menyeramkan itu.
Hat’s off untuk perkembangan karakter Paul, tapi sulit sekali untuk tidak mengagumi karakter Lady Jessica yang dengan ambisiusnya jadi penggerak cerita.
Dari Dune: Part Two kita belajar bahwa pengetahuan memang berbahaya. Tidak hanya uang, ternyata pengetahuan juga bisa menyuburkan benih karakter (baik atau buruk tergantung penafsiran) yang selama ini terkubur.
Dengan mudahnya, film ini menambahkan dirinya di daftar film sekuel yang berhasil melampaui film terdahulu. Masih jelas di ingatan, komentar saya setelah menonton Dune: Part One yaitu ‘cinematic experience yang mevvah.’
Sekarang, komentar yang sama untuk film kedua.
Sampai bulan Juni ini, Dune: Part Two masih jadi best movie of the year versi saya. Bagi yang belum sempat menikmatinya di layar lebar, Dune: Part Two sudah (lama) tayang di OTT langganan kalian itu.
Rating: ⭐⭐⭐⭐1/2
Review by Mandewi
Komentar
Posting Komentar