Langsung ke konten utama

Heretic: Debat, Teror, dan Ujian Iman

Heretic

Sinopsis Heretic

Dua misionaris Gereja Mormon, Sister Barnes (Sophie Thatcher) dan Sister Paxton (Chloe East), berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyebarkan ajaran mereka. Suatu hari, mereka tiba di rumah Mr. Reed (Hugh Grant), seorang pria yang awalnya tampak ramah. Mereka diundang masuk ke rumah Mr. Reed untuk berbagi wawasan keimanan mereka.

Namun, situasi segera berubah menjadi menegangkan ketika Mr. Reed mulai mempertanyakan keyakinan mereka dan memaksa keduanya menjalani serangkaian ujian untuk menguji iman dan moralitas. 

Terjebak di dalam rumah yang penuh dengan jebakan dan teka-teki, kedua misionaris ini harus menghadapi ketakutan terdalam mereka untuk bisa selamat.

Review Pribadi

Heretic bukan film horor biasa yang bisa ditonton sambil lalu. Ini lebih seperti debat terbuka antara orang yang meragukan Tuhan dan mereka yang ingin membuktikan eksistensi-Nya. 

Kalau cuma adu argumen, mungkin ceritanya bakal berakhir dengan debat kusir yang enggak ada ujungnya. Tapi karena ini film horor, situasinya jadi lebih ekstrem. Dua misionaris muda yang awalnya cuma berniat menyebarkan ajaran mereka malah harus mempertaruhkan nyawa untuk membuktikan bahwa Tuhan benar-benar ada.

Reed bukan sekadar pria biasa—dia seorang profesor yang sudah mendalami banyak agama. Dia enggak sekadar menolak ajaran mereka, tapi juga menantang mereka untuk membuktikan keyakinan mereka secara nyata. Dan ketika argumen enggak cukup, ujian mulai muncul. Ujian yang bukan cuma soal iman, tapi juga nyawa.

Kalau tagline The Da Vinci Code itu "film yang akan mengguncang iman", rasanya Heretic lebih pantas dapat gelar itu. Sepanjang film, Mr. Reed terus melontarkan argumen yang bikin iman dua misionaris ini terguncang. Semua yang mereka yakini seolah dihancurkan satu per satu. Reed menghadirkan bukti yang seakan-akan membenarkan bahwa Tuhan hanyalah konsep yang diciptakan manusia sebagai pelarian dari kenyataan.

Dari segi akting, Hugh Grant tampil luar biasa. Siapa sangka wajah se-innocent itu bisa jadi tipe pria yang paling menyebalkan—pintar, banyak omong, dan selalu punya argumen untuk menjatuhkan lawannya. Kombinasi itu bikin karakternya makin menakutkan. Bukan karena dia hantu atau monster, tapi karena dia punya kekuatan untuk membuat orang meragukan segala sesuatu yang selama ini mereka percayai.

Rating: ⭐⭐⭐⭐1/2 

Review: MakCar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Conclave: Intrik Politik di Balik Voting Pemilihan Paus Baru

Sinopsis Conclave Conclave (2024) adalah sebuah film drama-thriller yang disutradarai oleh Edward Berger, diadaptasi dari novel karya Robert Harris.  Ceritanya berfokus pada pusingnya Kardinal Thomas Lawrence, yang ditugaskan untuk memimpin konklaf kepausan setelah kematian mendadak paus sebelumnya. Para kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik.  Di tengah proses konklaf yang tertutup rapat, ada beberapa kandidat kuat dan juga beberapa “kuda hitam”. Seiring proses voting dilakukan, muncul beragam fakta menarik dari masing-masing kandidat, mulai dari masa lalu suram sampai intrik-intrik untuk menjegal rival. Kesemuanya berpotensi mengguncang fondasi Gereja. Hingga kemudian, karena begitu overwhelming dengan segala hal yang susul menyusul muncul, akhirnya ada satu kandidat kuat yang terpilih. Namun, ternyata masalah tetap ada. Karena, pada dasarnya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Dibintangi oleh Ralph Fiennes sebagai ...

Cuckoo: Bukan Horor Biasa, tapi Teror yang Bikin Nggak Nyaman

Sinopsis Cuckoo Cuckoo adalah film horor psikologis yang dirilis pada tahun 2024, disutradarai oleh Tilman Singer. Film ini mengisahkan tentang Gretchen, seorang remaja berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan ibunya. Ia pindah bersama ayahnya ke sebuah resor di Pegunungan Alpen, Jerman.  Di sana, ia harus tinggal bersama keluarga barunya, termasuk ibu dan adik tirinya. Setibanya di resor, mereka disambut oleh Tuan Konig, bos ayahnya, yang menunjukkan ketertarikan aneh terhadap saudara tiri Gretchen yang bisu.  Seiring waktu, Gretchen mulai mengalami kejadian-kejadian misterius, termasuk suara-suara aneh dan penglihatan mengerikan, yang membawanya pada penemuan rahasia kelam terkait keluarganya sendiri.  Film ini menampilkan Hunter Schafer sebagai Gretchen, Dan Stevens sebagai Tuan Konig, Jessica Henwick sebagai Beth, dan Marton Csokas sebagai Luis. "Cuckoo" pertama kali diputar di Festival Film Berlin ke-74 pada Februari 2024 dan mendapatkan ulasan positif dari berbaga...

Dune: Part Two – Epik Sci-Fi yang Masih Tetap Grande dan Memukau

Sinopsis Film "Dune: Part Two" melanjutkan kisah epik Paul Atreides (diperankan oleh Timothée Chalamet) yang berusaha membalas dendam atas kehancuran keluarganya oleh House Harkonnen.  Bersama ibunya, Lady Jessica (Rebecca Ferguson), Paul berhasil melarikan diri dan bergabung dengan suku Fremen di planet gurun Arrakis. Di sana, ia menjalin hubungan dengan Chani (Zendaya) dan mulai memahami budaya serta tradisi Fremen.  Paul menghadapi dilema antara memimpin pemberontakan melawan Kaisar Padishah Shaddam IV dan House Harkonnen, atau memenuhi takdirnya sebagai Kwisatz Haderach, figur mesianik yang dinantikan. Perjalanan ini tidak hanya tentang balas dendam, tetapi juga pencarian jati diri dan pemahaman akan takdirnya yang berkaitan dengan nasib alam semesta. Review Pribadi Sejak awal film dimulai, nuansa grande masih konsisten terasa. Memasuki adegan pertarungan di gurun, rasa kagum sudah nggak bisa dibendung. Setiap detik, mulut menggumamkan ‘Wah…” sembari menikmati gambar yang...