Langsung ke konten utama

Review Film Oddity: Antara Hantu dan Pasien Rumah Sakit Jiwa

Review film oddity

Oddity adalah film horor asal Irlandia yang memadukan elemen supranatural dan thriller psikologis. Film ini dirilis pada tahun 2024 dengan Damian McCarthy sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. 

Sinopsis Oddity

Cerita berawal dari Dani Odello yang sedang merenovasi rumah pertaniannya. Dani memiliki seorang suami bernama Ted Timmis, yang berprofesi sebagai dokter di sebuah rumah sakit jiwa. 

Malam itu, setelah bertelepon dengan Ted, Dani diserang dan dibunuh oleh seseorang. Mantan pasien rumah sakit jiwa tempat Ted bekerja dituduh sebagai pembunuhnya. Anehnya, si tersangka ini juga akhirnya terbunuh tak lama kemudian.

Dani memiliki saudara kembar bernama Darcy. Ia adalah seorang cenayang tunanetra yang memiliki toko barang antik di kota kecil. Di toko itu, Darcy memiliki sejumlah barang-barang yang "terkutuk". Ya, mungkin kurang lebih seperti museumnya pasangan Warren-lah ya. 

Salah satunya adalah sebuah bel hotel, yang katanya kalau dibunyikan maka hantu bell boy akan datang dan membunuh siapa saja yang membunyikan bel tersebut.

Setahun setelah kejadian tersebut, Darcy masih terus berupaya untuk mencari tahu siapa pembunuh saudaranya. Seiring waktu, Darcy pun mendapatkan jejak pembunuh asli saudara kembarnya.

Pemeran Utama

  1. Carolyn Bracken sebagai Darcy Odello dan Dani Odello
  2. Gwilym Lee sebagai Ted Timmis
  3. Tadhg Murphy sebagai Olin Boole
  4. Caroline Menton sebagai Yana
  5. Steve Wall sebagai Ivan
  6. Jonathan French sebagai Declan Barrett

Review Film Oddity

Oddity memulai debutnya di festival film South by Southwest (SXSW) pada Maret 2024 dan menerima pujian dari banyak kritikus. Film ini memenangkan Audience Award dalam kategori Midnighter. 

Film ini pada intinya menggali tema kehilangan, rasa bersalah, dan hubungan saudara dengan sentuhan horor klasik. Damian McCarthy sukses menghadirkan ambience yang cukup mencekam di sepanjang film. Apalagi ada banyak simbol mistis yang memperkuat narasi film.

Film ini asyik banget karena sukses menggabungkan dua elemen horor klasik: hantu dan pasien rumah sakit jiwa. Dua tema yang udah sering dipakai di film lain, tapi di sini racikannya pas banget, enggak terasa berlebihan atau maksa. Ceritanya mengalir dengan rapi, bikin penonton terus penasaran sampai akhir.

Yang bikin seru, dari awal sampai pertengahan, suasananya tegang dan penuh misteri. Tapi justru klimaksnya yang paling mencuri perhatian. Endingnya gak cuma memuaskan, tapi juga bikin ketawa puas karena twist-nya “ngeselin”. Bukannya bikin takut berlebihan, malah ada rasa "kemenangan" yang bikin senyum-senyum sendiri setelah film selesai.

Jadi, kalau suka film horor yang enggak melulu jumpscare, Oddity ini bisa jadi pilihan. Horornya dapet, ceritanya solid, dan ada kejutan gemesh di ujungnya yang bikin pengalaman nonton jadi seru!


Rating ⭐⭐⭐⭐⭐

Review by: CR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cuckoo: Bukan Horor Biasa, tapi Teror yang Bikin Nggak Nyaman

Sinopsis Cuckoo Cuckoo adalah film horor psikologis yang dirilis pada tahun 2024, disutradarai oleh Tilman Singer. Film ini mengisahkan tentang Gretchen, seorang remaja berusia 17 tahun yang baru saja kehilangan ibunya. Ia pindah bersama ayahnya ke sebuah resor di Pegunungan Alpen, Jerman.  Di sana, ia harus tinggal bersama keluarga barunya, termasuk ibu dan adik tirinya. Setibanya di resor, mereka disambut oleh Tuan Konig, bos ayahnya, yang menunjukkan ketertarikan aneh terhadap saudara tiri Gretchen yang bisu.  Seiring waktu, Gretchen mulai mengalami kejadian-kejadian misterius, termasuk suara-suara aneh dan penglihatan mengerikan, yang membawanya pada penemuan rahasia kelam terkait keluarganya sendiri.  Film ini menampilkan Hunter Schafer sebagai Gretchen, Dan Stevens sebagai Tuan Konig, Jessica Henwick sebagai Beth, dan Marton Csokas sebagai Luis. "Cuckoo" pertama kali diputar di Festival Film Berlin ke-74 pada Februari 2024 dan mendapatkan ulasan positif dari berbaga...

Review Conclave: Intrik Politik di Balik Voting Pemilihan Paus Baru

Sinopsis Conclave Conclave (2024) adalah sebuah film drama-thriller yang disutradarai oleh Edward Berger, diadaptasi dari novel karya Robert Harris.  Ceritanya berfokus pada pusingnya Kardinal Thomas Lawrence, yang ditugaskan untuk memimpin konklaf kepausan setelah kematian mendadak paus sebelumnya. Para kardinal dari seluruh dunia berkumpul di Vatikan untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik.  Di tengah proses konklaf yang tertutup rapat, ada beberapa kandidat kuat dan juga beberapa “kuda hitam”. Seiring proses voting dilakukan, muncul beragam fakta menarik dari masing-masing kandidat, mulai dari masa lalu suram sampai intrik-intrik untuk menjegal rival. Kesemuanya berpotensi mengguncang fondasi Gereja. Hingga kemudian, karena begitu overwhelming dengan segala hal yang susul menyusul muncul, akhirnya ada satu kandidat kuat yang terpilih. Namun, ternyata masalah tetap ada. Karena, pada dasarnya, tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Dibintangi oleh Ralph Fiennes sebagai ...

Dune: Part Two – Epik Sci-Fi yang Masih Tetap Grande dan Memukau

Sinopsis Film "Dune: Part Two" melanjutkan kisah epik Paul Atreides (diperankan oleh Timothée Chalamet) yang berusaha membalas dendam atas kehancuran keluarganya oleh House Harkonnen.  Bersama ibunya, Lady Jessica (Rebecca Ferguson), Paul berhasil melarikan diri dan bergabung dengan suku Fremen di planet gurun Arrakis. Di sana, ia menjalin hubungan dengan Chani (Zendaya) dan mulai memahami budaya serta tradisi Fremen.  Paul menghadapi dilema antara memimpin pemberontakan melawan Kaisar Padishah Shaddam IV dan House Harkonnen, atau memenuhi takdirnya sebagai Kwisatz Haderach, figur mesianik yang dinantikan. Perjalanan ini tidak hanya tentang balas dendam, tetapi juga pencarian jati diri dan pemahaman akan takdirnya yang berkaitan dengan nasib alam semesta. Review Pribadi Sejak awal film dimulai, nuansa grande masih konsisten terasa. Memasuki adegan pertarungan di gurun, rasa kagum sudah nggak bisa dibendung. Setiap detik, mulut menggumamkan ‘Wah…” sembari menikmati gambar yang...